Tema IPS Kelas VIII K13 Semester 2
Subtema A : Fungsi dan Peran Sumber Daya Alam
Sub-subtema 1 : Fungsi dan Peran Sumber Daya Alam dalam Kehidupan Manusia
Sub-subtema 2 : Fungsi dan Peran Sumber Daya Alam dalam Pembangunan Ekonomi
Subtema B : Keunggulan Sumber Daya Alam dalam Pembangunan Nasional
Sub-subtema 1 : Keunggulan Potensi Sumber Daya Alam Antar Region
Sub-subtema 2 : Sumber Daya Alam Strategis sebagai Modal Dasar Pembangunan Nasional Indonesia
Tema IPS Kelas VIII K13 Semester 1
Subtema A : Keunggulan Lokasi Indonesia
Sub-subtema 1 : Keunggulan Iklim di Indonesia
Sub-subtema 2 : Keunggulan Geostrategis Indonesia
Sub-subtema 3 : Keunggulan Tanah di Indonesia
Subtema B : Pengaruh Keunggulan Lokasi terhadap Kegiatan Ekonomi, Transportasi, dan Komunikasi
Sub-subtema 1 : Pengaruh Keunggulan Lokasi terhadap Kegiatan Ekonomi
Sub-subtema 2 : Pengaruh Keunggulan Lokasi terhadap Kegiatan Transportasi
Sub-subtema 3 : Pengaruh Keunggulan Lokasi terhadap Kegiatan Komunikasi
Sistem Perekonomian di Indonesia
Sebenarnya sistem perekonomian yang dianut di Indonesia termasuk sistem ekonomi campuran yang berdasarkan falsafah dan ideologi negara yaitu Pancasila dan UUD 1945. Sistem perekonomian yang berlaku di Indonesia disebut juga dengan sistem demokrasi ekonomi.
Sistem Perekonomian
Sistem perekonomian adalah suatu cara yang dilakukan oleh negara dalam mengatur kehidupan ekonominya dalam rangka mencapai kemakmuran rakyatnya.
Sistem Ekonomi Liberal (Pasar)
Sistem ekonomi liberal negara memberikan kesempatan sebesar-besarnya kepada setiap orang/individu ataupun pihak swasta untuk melakukan kegiatan perekonomian dengan bebas tanpa adanya campurtangan pemerintah.
Sistem Ekonomi Etatisme/Sosial (Terpimpin/Sentral)
Sistem ekonomi etatisme adalah suatu sistem ekonomi dimana negara dan aparaturnya menguasai di bidang perekonomian sehingga tidak ada kebebasan bagi rakyatnya untuk beraktifitas ekonomi.
Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran merupakan perpaduan dari sistem ekonomi liberan dengan sistem ekonomi etatisme. Perpaduan kedua sistem ekonomi ini dipandang perlu dengan menggabungkan unsur-unsur positif dan mengatasi unsur-unsur negatifnya.
Manusia Sebagai Makhluk Ekonomi dan Makhluk Sosial Yang bermoral
Manusia yang bermoral menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah manusia yang memiliki budi pekerti yang baik. Jadi manusia yang bermoral adalah manusia yang memiliki etika, nilai-nilai dan mengenal tata cara hidup yang bail.
Manusia Sebagai Makhluk Ekonomi
Manusia disebut sebagai makhluk ekonomi (homo economicus), artinya manusia dalam usaha mempertahankan hidupnya memiliki hasrat untuk memenuhi kebutuhan dengan melakukan tindakan ekonomi secara efisien. Efisien merupakan suatu perbandingan yang optimal antara pengorbanan yang dilakukan dengan hasil yang akan diperoleh. Dengan kata lain mausia dalam melakukan tindakan ekonomi selalu berusaha mendapatkan hasil yang sebanyak mungkin dengan pengorbanan yang sekecil mungkin.
Manusia Sebagai Makhluk Sosial
Pada dasarnya manusia sebagai makhlik sosial (Homo Socius), artinya manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Manusia sepanjang hidupnya selalu membutuhkan orang lain baik dalam usaha memenuhi kebutuhan maupun untuk berkomunikasi.
Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan
Silahkan Download Media Pembelajaran IPS-Sejarah kelas IX materi Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan
Semoga bermanfaat.....
Semoga bermanfaat.....
Perdagangan Internasional
Silahkan Download Media Pembelajaran IPS-Ekonomi kelas IX materi Perdagangan Internasional
Semoga bermanfaat.....
Semoga bermanfaat.....
Peristiwa Medan Area
- 27 Agustus 1945, berita proklamasi kemerdekaan baru diumumkan secara resmi di Medan oleh Gubernur Sumatera Mr. Tengku M. Hasan. (keterlambatan ini disebabkan karena komunikasi dan sensor yang ketat dari tentara Jepang)
- 9 Oktober 1945, pasukan AFNEI dari Brigade 4 pimpinan Brigjen T.E.D. Kelly yang diboncengi NICA mendarat di Belawan Medan.
- Pemerintah RI menyambut baik kedatangan AFNEI karena tugas mereka dan AFNEI diijinkan untuk menempati Hotel di
Peristiwa Bandung Lautan Api
- 17 Oktober 1945, Sekutu dan Belanda memasuki kota Bandung.
- Pemuda dan rakyat sedang berjuang merebut senjata dari tangan Jepang.
- Pasukan sekutu yang baru datang menuntut agar senjata tentara Jepang yang telah dirampas rakyat untuk diserahkan kepada AFNEI serta mengeluarkan ultimatum agar
Pertempuran Surabaya 10 November 1945
- Kedatangan pasukan AFNEI (Allied Forces Nederland East Indies) dari Brigade 49 (Inggris) pimpinan Brigjend A.W.S. Mallaby yang mendarat di Tanjung Perak (Surabaya) tanggal 25 Oktober 1945.
- Kedatangan AFNEI disambut curiga pihak Indonesia terhadap kedatangan sekutu yang diboncengi oleh NICA (Nederland Indies Civil Administrator)
- Hasil Perundingan dan kesepakatan Mallaby dengan Indonesia menyatakan AFNEI menjamin tidak ada pasukan yang membonceng mereka dan tugas mereka hanya terbatas melucuti tentara jepang itu ternyata tidak benar karena AFNEI justru dimanfaatkanolehtentaraBelanda (NICA) dan melakukan tindakan provokasi sebagai berikut :
Pertempuran Palagan Ambarawa
Di Ambarawa Magelang Pendaratan sekutu yang ingin membebaskan tawanannya dipimpin Brigjen Bethel tidak disukai bangsa Indonesia dikarenakan diboncengi oleh NICA.
26 Oktober 1945 pecah pertempuran melawan sekutu pertempuran berhenti ketika Presiden Soekarno berunding dengan Jendral Bethel 2 Nopember 1945 yang berisi :
Pertempuran Lima Hari di Semarang 15 Oktober 1945
400 Veteran Jepang yg bekerja di pabrik gula cepiring melarikan diri ketika akan dipindahkan ke semarang dan minta perlindungan batalyon “Kido Butai di Jatingaleh”
Pertempuran pecah di Semarang ketika 2000 pasukan Kido Butai dan tawanan memasuki Kota Semarang. Pertempuran berakhir setelah ada perundingan antara TKR dan Jepang, usaha perdamaian berlangsung cepat setelah Sekutu (Inggris) mendarat di Semarang 20 Oktober 1945
Pertempuran pecah di Semarang ketika 2000 pasukan Kido Butai dan tawanan memasuki Kota Semarang. Pertempuran berakhir setelah ada perundingan antara TKR dan Jepang, usaha perdamaian berlangsung cepat setelah Sekutu (Inggris) mendarat di Semarang 20 Oktober 1945
Faktor-faktor penyebab konflik antara Belanda-Indonesia
1.Kedatangan tentara
Sekutu diboncengi NICA
2.Kedatangan Belanda
(NICA) berupaya untuk menegakkan kembali kekuasaan Indonesia
Subscribe to:
Posts (Atom)